Plt Bupati Jepara, Santri Ikon Perdamaian Dunia

0
48

Plt Bupati Jepara, Santri Ikon Perdamaian Dunia

JEPARA – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Jepara Dian Kristiandi memimpin upacara Hari Santri Nasional 2019 yang dilaksanakan di Lapangan Jinggotan Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara, Selasa(22/10).

Dalam peringatan Hari Santri Nasional 2019 ini mengangkat tema “Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia”. Membacakan sambutan Menteri Agama, Dian menjelaskan Isu perdamaian diangkat berdasarkan fakta bahwa Pondok pesantren merupakan laboratorium perdamaian. Selain itu pesantren juga merupakan tempat menyemai ajaran islam rahamatanlilalamin, islam ramah dan moderat dalam beragama. Karena selain pembentukan dasar agama, juga tercetusnya resolusi jihad tahun 1945.

“Setidaknya ada alasan dan dasar mengapa pesantren disebut laboratorium perdamaian antara lain kesadaran harmoni beragama dan berbangsa, mengaji dan mengkaji, santri diajarkan untuk Khidmah (pengabdian), pendidikan kemandirian, kerja sama dan saling membantu dikalangan santri, gerakan komunitas seperti kesenian dan sastra yang tumbuh di pesantren, merawat khazanah kearifan lokal, prinsip masalah (kepentingan umum) serta penanaman spritural, ” ungkap Andi.

Lebih lanjut Andi mengatakan peringatan hari santri nasional 2019 ini terasa istimewa dengan hadirnya UU nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Hal ini disebabkan UU ini memastikan bahwa pesantren tidak hanya terbatas pada mengembangkan fungsi pendidikan, fungsi dakwah dan fungsi pengabdian kepada masyarakat.

“Dengan Undang-Undang, Negara hadir untuk memberikan rekognisi, afirmasi dan fasilitas kepada pesantren dengan tetap menjaga kekhasan dan kemandiriannya, tamatan pesantren memiliki hak yang sama dengan tamatan lembaga lainnya,” terangnya.

Disela-sela apel, Andi diberi kesempatan menyerahkan tiga buah pataka kepada para tokoh. Diawali Pataka Merah Putih diterima Dandim 0719/Jepara yang diwakili Danramil Bangsri. Lalu, Pataka HSN diterima Kapolres Jepara yang diwakili Kasat BinMas, dan Pataka NU diserahkan Plt. Bupati Jepara kepada Rais Syuriah PCNU Jepara K.H. Ubaidillah Nur Umar. Tiga pataka tersebut lantas ditempatkan secara berdiri sejajar dengan podium.

Selain apel, perayaan HSN juga diramaikan dengan pertunjukan tari, dan atraksi pencak silat. Tak hanya melakukan apel, pelajar santri warga Nahdatul Ulama (Nahdliyin/NU) dan ratusan Banser bahkan turun ke jalan. Meski terik matahari menyengat pada saat itu, dengan berjalan kaki mereka melakukan kirab bendera merah putih sepanjang 1,5 kilometer. Mereka berharap bisa meneruskan cita-cita para Kiai dan santri terdahulu.

Seperti yang diketahui, pemerintah menetapkan HSN sejak empat tahun lalu (2015). Hari santri diperingati untuk mengingat jasa para kiai dan santri, dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.